Archive for the ‘Event’ Category

MENEROPONG KORUPSI PILKADA

Posted 15 Feb 2012 — by hotnauli
Category Event, Focus

Seminar Korupsi Pilkada, Selasa (13/2/2012)

Fenomena Korupsi Pilkada makin banyak terjadi di Indonesia. Mengapa sampai saat ini korupsi masih bisa terjadi dalam pemilukada? Ini yang menjadi bahan pembahasan pada seminar korupsi pemilukada yang dihadiri oleh Silih Agung Wasesa (Praktisi PR&Dosen Univ. Paramdina), Danang Widyoko (Koord ICW) dan Wijayanto (Managing Director, Paramadina Public Policy Institute) diadakan di Auditorium Nurcholish madjid Universitas Paramadina. Peneliti ICW, Danang Widyoko mengatakan riset yang dilakukan menjelaskan bahwa latar belakang peserta pemilukada adalah politikus dan pengusaha lokal. Misalnya dari riset yang dilakukan ICW di Jayapura hubungan antar pewenang pemilukada (Benhur Tommy Mano) dengan Walikota sebelumnya (Kambu) dan pengusaha penyandang dana pemilukada (Rudi Maswe) adalah satu kepengurusan di PERSIPURA. Jadi ini jelas kali bahwa  pemilukada menjadi instrumen konsolidasi lokal dalam rangka memperluas kekuasaan.

Biasanya sumber modal dalam penyelenggaraan Pemilukada antara lain berasal dari calon kepala daerah atau keluarganya, dana APBD pun termasuk menjadi modal utama untuk dapat memenangkan pemilihan. “Bicara mengenai Pilkada sebenarnya banyak masyarakat yang optimis, namun setelah dilihat dari mikroskop dan secara detail dengan cepat masyarakat berubah menjadi pesimis” ungkap Wijayanto selaku Managing Director, Paramadina Public Policy Institute Selasa, (14/2/2012). Ia juga mengatakan bahwa partai politik tidak lebih dari sekedar rental mobil, yang menjadi supply barang bagus, dan demand masyarakat.

Seperti yang diketahui banyak berbagai macam cara untuk dapat memenangkan pemilihan suara dalam pilkada antara lain pembagian uang secara langsung, pembagian sembako, pemberian janji-janji, pemberian kerudung, sajadah, helm sampai mobilisasi massa melalui truk dan disebar ke sejumlah TPS dan masih banyak lagi yang dilakukan para kandidat sehingga terjadinya ketidaknetralan pada saat pemilukada berlangsung.

Faktor media merupakan salah satu syarat bagi kandidat yang ingin maju dalam Pilkada selain uang dan networking. Seperti contoh halnya Diky Chandra yang terpilih menjadi Wakil Bupati Garut, jelas masyarakat akan lebih memilih kandidat yang dimana mereka lihat sering bermunculan di media. Inilah yang disebut-sebut mahalnya biaya berdemokrasi. Jelas Wijayanto pada saat menjawab pertanyaan mahasiswi Paramadina.

Karena pedulinya akan korupsi, Universitas Paramadina menghadirkan mata kuliah bertajuk ANTI KORUPSI yang dimana sudah kurang lebih tiga tahun berjalan. ”Mata kuliah ANTI KORUPSI ini penting untuk dapat mencegah koruptor baru, karena semakin dilihat bahwa masyarakat makin kehilangan sensitif dengan korupsi” ungkap Toto A. Soefijanto selaku Deputi Bidang Riset dan Kemahasiswaan saat pembukaan Seminar Korupsi Pilkada di Universitas Paramadina.

Dengan adanya seminar bertajuk Korupsi Pilkada ini solusi yang ingin dicapai yaitu agar terciptanya transparansi dalam keluar masuknya biaya kampanye untuk selanjutnya dan pembentukan integritas bangsa dapat dimulai dari pelaksanaan pendidikan anti korupsi dengan target semua usia mulai usia anak-anak hingga dewasa. (Hotnauli)

 

UI ADAKAN PELATIHAN IT NETWORKING

Posted 07 Feb 2012 — by Mohamad Irfan
Category Event, Focus

Suasana training IT Networking UI (Foto: Irfan-NPCI)

DEPOK – Lebih dari seratus mahasiswa dari berbagai universitas dan juga masyarakat dari kalangan umum antusias mengikuti pelatihan  Information Technology (IT) di perpustakaan Universitas Indonesia (UI), Depok.  

Pelatihan ini merupakan kerja sama Fakultas Ilmu Komputer (Fasilkom) UI dengan program Kajian Wilayah Amerika di kampus pascasarjana UI. Kegiatan yang digelar di Perpustakaan UI Depok  ini berlangsung selama lima hari, mulai dari tanggal 7 Februari sampai dengan tanggal 11 Februari 2012 dan menghadirkan para pakar IT dari Silicon Valley(AS), Bangalore (India) dan beberapa negara lainnya.
Acara pelatihan IT Networking ini dibuka oleh Wakil Rektor I UI Muhammad Anis dan public affair Kedutaan Besar Amerika Serikat (AS) Don Q Washington. Humas Fasilkom UI Penny Hutabarat mengatakan, acara ini digelar dalam upaya pengembangan teknologi para mahasiswa.
“Antusiasme mahasiswa bagus. Kami menargetkan 200 mahasiswa, tetapi yang mendaftar ada 220 mahasiswa. Mereka berasal dari berbagai fakultas di UI, bahkan ada juga dari universitas Andalas, Padang. Kegiatan ini gratis,” katanya kepada wartawan, Selasa (7/2/2012).

Para mahasiswa yang mengikuti pelatihan ini nantinya akan menjadi programmer dan mampu mengembangkan sistem IT. Hal itu sejalan dengan makin pesatnya perkembangan Information Communication and Technology (ICT) di Indonesia. Read More

OPENING STATEMENT H.E. DR. SUSILO BAMBANG YUDHOYONO

Posted 08 Dec 2011 — by Mohamad Irfan
Category Corner, Event, Focus, resource

PRESIDENT OF THE REPUBLIC OF INDONESIA

AT THE BALI DEMOCRACY FORUM IV NUSA DUA,

BALI, 8 DECEMBER 2011

Bismillahirrahmanirrahiim, Assalamu’alaikum warahmatullahi wabarakatuh,

May Peace Be Upon Us, Om Swastyastu Your Excellency Sheikh Hasina [:shik has-sina], Prime Minister of Bangladesh, Co-chair of this Democracy Forum, Your Majesty Sultan Haji Hassanal Bolkiah [:ha-sanal bol-kiah], Sultan Brunei Darussalam, Your Excellency Mahinda Rajapaksa [:ma-hinda raja-paksa], President of the Socialist Republic of Sri Lanka, Your Excellency Sukhbaatar Batbold [:suh-batar bat-bold], Prime Minister of Mongolia, Your Excellency Sheikh Hamad Bin Jassim Bin Jabr Al-Thani [:shik ha-mad bin ja-sim bin jaber al-thoni], Prime Minister of the State of Qatar, Your Excellency Xanana Gusmao [:shana-na gush-maow], Prime Minister of the Democratic Republic of Timor Leste, Your Excellency Jejomar Binay [:je-jo-mar bi-nai], Vice President of the Philippines, Your Excellency Bülent Arınç [:byu-lent a-ranc], Deputy Prime Minister of Turkey,

Distinguished guests,

Ladies and Gentlemen,

I am pleased to extend a very warm welcome to all of you to Indonesia and to the fourth Bali Democracy Forum.

Indonesia is proud to once again host this important Forum. I thank all the leaders who have kindly joined us today, including the co-chair of this year’s Forum, Your Excellency Sheikh Hasina, Prime Minister of the People’s Republic of Bangladesh. I also extend our gratitude to all delegations and observers for your active and valuable participation. Read More

Press Release, “Revitalisasi Pancasila untuk Bangsa” Generasi Muda FKPPI Bali

Posted 05 Dec 2011 — by Mohamad Irfan
Category Corner, Event, Focus

Bali, 30 November 2011

Seiring dengan perubahan kondisi sosial politik di era reformasi, muncul gejala memudarnya nilai-nilai Pancasila sebagai asas kehidupan berbangsa dan bernegara. Pancasila yang sejak awal didirikan oleh para Bapak Bangsa sebagai asas kehidupan negeri ini   dan ‘tali pengikat’ persatuan Indonesia mulai kehilangan makna dan jatidirinya. Pancasila hanya sekedar menjadi sebuah simbol dan formalitas belaka. Nilai-nilai luhur yang terkandung dalam Pancasila, kini tidak lebih sebagai sebuah hapalan semata, atau ironisnya justru kita tidak tahu apa makna Pancasila itu sendiri, apatah lagi menjalankannya.

Justru yang muncul adalah kehidupan kebangsaan dan politik kenegaraan yang menihilkan nilai-nilai Pancasila, politik kekuasaan menjadi panglima dan kedudukan menjadi tujuan utama. Dampaknya, kehidupan politik terlihat sangat oportunistik dan hanya berpihak kepada elit kekuasaan, kepentingan rakyat-pun di tinggalkan atau bahkan di tanggalkan sama sekali. Sejalan dengan hal itu, ditingkat grassroot terjadi gesekan dan benturan antar kelompok masyarakat, arogansi kelompok menguat, rasa kebersamaan mulai memudar dan masyarakat tidak lagi peduli dengan kondisi negeri ini. Situasi ini sangat rentan karena bisa menimbulkan goncangan kehidupan politik kenegaraan dan apatisme kebangsaan masyarakat, bila di biarkan hal ini bukan tidak mungkin akan membawa dampak buruk bagi negeri ini. Read More

PEMDA NTB TUNTUT KONSISTENSI PROSES DIVESTASI NEWMONT

Posted 05 Dec 2011 — by Mohamad Irfan
Category Corner, Event, Focus

NOTULENSI FGD, Rabu, 16 November 2011

 

 

Jakarta, Pemerintah Daerah Nusa Tenggara Barat (NTB) mendesak agar proses divestasi 7% saham PT Newmont Nusa Tenggara (NNT) dilaksanakan secara konsisten untuk sebesar-besarnya kepentingan nasional. Agar mencapai kondisi ideal tersebut, selayaknya pelepasan saham perusahaan tambang emas dan tembaga itu ke pihak nasional, tidak dipecah-pecah. Yakni dengan memberikan hak kepada tiga pemda di NTB untuk menguasai saham divestasi itu hingga total 31%.

Hal ini diungkapkan Direktur Utama PT Daerah Maju Bersaing (DMB) Andy Hadianto dalam diskusi bertajuk “Kelanjutan Divestasi Newmont Pasca Audit BPK” yang diselenggarakan Energy and Mining Editor Society (E2S) DAB National Pres Club Indonesia (NPCI) di Hotel Sultan, Jakarta, Rabu, 16 Nopember 2011. Selain Andy, hadir sebagai pembicara dalam diskusi itu Direktur Mineral Ditjen Minerba Kementerian ESDM, Dede l Suhendra, Wakil Ketua Komisi XI DPR, Harry Azhar Aziz, dan kordinator Divis Monitoring dan Anggaran ICW, Firdaus Ilyas.

Andy mengingatkan, proses divestasi saham PT NNT seharusnya sudah berlangsung sejak 2006, namun dan baru terjadi pada 2009 pasca keluarnya putusan arbitrase. Isi putusan itu, divestasi harus dilakukan kepemerintah, pemda, atau perusahaan swasta yang dinominalisasikan oleh pemerintah. Tiga pemda di NTB sendiri telah menunjukkan suatu proses divestasi yang benar-benar mampu mendorong perekonomian daerah, meski harus dilakukan dalam waktu singkat, tidak lebih dari 180 hari. Melalui kemitraan dengan swasta PT Multicapital yang berkonsorsium dengan PT DMB menjadi PT Multi Daerah Bersaing (MDB)

“Pemda bisa membuktikan tidak keluar duit sama sekali, hanya Rp 500 juta untuk modal pembentukan BUMD yakni PT DMB. Tanpa mitra kita tidak mungkin membeli saham divestasi yang nilainya mencapai Rp 4 triliun itu, sedangkan APBD NTB saja hanya Rp 1,5 triliun” jelas Andy.

Terbukti  pula, tanpa mengeluarkan duit tiga pemda di NTB YAKNI Pemerintah Provinsi NTB, Pemerintah Kabupaten Sumbawa, dan Pemerintah Kabupaten Sumbawa Barat berhasil mendapat bonus dari selisih harga saham divestasi pada 2010 sebesar USD 38 juta, dan advance dividen Rp 4 juta per tahun. “Totalnya yang sudah diterima pemda hamper USD 72 juta sampai sekarang. Itu langsung kami transfer ke kas tiga daerah. Dan tahun 2012 kita akan dapat lagi lebih dari USD 4 juta untuk advance dividen,” tegasnya

Soal rumor pemda ikut menanggung utang Multicapital, juga dibantah oleh Andy, karena dari mitranya, pemda sudah mendapat garansi tidak akan ikut menanggung utang. Memang dari konsorsium PT MDB dimana PT DMB memegang kepemilikan 25% jatah tiga pemda dari 24% saham divestasi hanya 6%. Namun dari prosentase itu saja, pemda bisa mendapatkan tambahan pemasukan APBD yang cukup besar. “Apalagi jika 7% saham divestasi PT NNT tahun 2010 juga diserahkan untuk dibeli pemda, maka lebih besar lagi tambahan yang diterima pemda yang wilayahnya menjadi ladang operasi PT NNT. Read More

Peran Media Dibutuhkan Untuk Pemilu 2014 Berkualitas

Posted 27 Sep 2011 — by Mohamad Irfan
Category Corner, Event, Focus, resource

Minggu, 25 September 2011 18:32 WIB

Ganjar Pranowo (Foto: NPCI)

Jakarta (ANTARA News) – Ketua Panitia Kerja RUU Pemilu Ganjar Pranowo (FPDIP) mengatakan, peran media massa dalam proses politik dan demokrasi di Indonesia makin dibutuhkan, apalagi dalam proses penyiapan pemilihan umum.
Media massa juga berperan mengawal proses legislasi RUU Pemilu agar pelaksanaan pemilu lebih sederhana, partisipasi rakyat meningkat, dan akhirnya pelaksanaan pemilu 2014 yang lebih berkualitas.
“Peran media massa tidak bisa diabaikan. Apalagi ketika proses pembahasan RUU Pemilu di DPR, maka melalui medialah masyarakat dapat mengikuti perkembangan pembahasan dengan detil dan mendalam. Begitu juga perdebatan alot dan tarik menarik pasal-pasal yang sampai saat ini belum ada titik temu, maka media menjadi jembatan antara parlemen, partai, dan masyarakat. Kita mendorong media terus mengawal proses ini,” kata Ganjar di Jakarta, Minggu.
Ganjar Pranowo yang juga  Wakil Ketua Komisi II DPR berharap perdebatan dalam Panitia Khusus (Pansus) RUU tentang Pemilu tak lagi berkutat pada besaran angka parliamentary threshold atau ambang batas untuk duduk di parlemen. Menurutnya, banyak persoalan lain yang harus diselesaikan Pansus.
“Besaran ‘parliamentary threshold’ sudah terbukti tak signifikan menyederhanakan parpol di parlemen. Sejumlah persoalan yang harus ditemukan titik solusinya adalah persoalan daftar pemilih, daerah pemilihan (dapil), bagaimana menekan suara yang hilang, metode yang efektif untuk mengajak masyarakat ikut pemilu. Harus diingat, yang paling sulit itu teknisnya,” katanya.
Sementara itu, Presiden National Pres Club Indonesia (NPCI) Imelda Sari  mengatakan, peran utama media massa adalah mendorong agar manajemen pemilu 2014 semakin berkualitas. Caranya, kata dia, media massa ikut mengawal proses pembahasan undang-undang pemilu di DPR RI.
“Proses rekrutmen calon anggota KPU juga perlu di kawal. Latar belakang komposisi anggota KPU akan sangat mewarnai pelaksanaan Pemilu 2014. Kita berharap, para anggota lebih berkualitas dan lebih bersih,” ujar Imelda.
Sementara itu, peneliti Perkumpulan untuk Pemilu dan Demokrasi (Perludem) August Mellaz menyatakan idealnya Indonesia memiliki peraturan pemilu yang stabil. Dari penelitian yang dilakukan Perludem dan IFES, tercatat kegagalan pemilu di sejumlah negara dikarenakan tak jelasnya  peraturan pemilu.
Hasil penelitian juga mencatat persoalan besaran ambang batas parlemen tak berkontribusi membuat demokrasi semakin kuat.
“Jangan terpaku pada isu parliamentary threshold, pecahkan persoalan teknis lain, terutama membereskan daftar pemilih tetap dan daerah pemilihan,” katanya.
Jika persoalan teknis tak segera diselesaikan dia khawatir Pemilu 2014 akan semakin tak berkualitas. Perselisihan atas hasil akan kembali mengemuka dan membuat pemilu terancam gagal.
“Kalau dari awal peraturannya kuat, tentu masalah tersebut bisa diatasi. Sayangnya, Indonesi belum memunyai sistem yang kuat,” katanya. (zul)Editor: Ruslan BurhaniCOPYRIGHT © 2011

Sumber, Main:
http://www.antaranews.com/berita/276981/ganjar-peran-media-dibutuhkan-untuk-pemilu-berkualitas

”Tunda Kembali Penandatanganan MRA Utang TPPI”

Posted 07 Sep 2011 — by Mohamad Irfan
Category Corner, Event, Focus, resource

Resume Diskusi TPPI, Selasa, 6 September 2011 di Hotel Sultan Jakarta

Diskusi Publik: Ada Apa Dengan Restrukturisasi Utang TPPI

Jakarta – PT Pertamina (Persero) diminta untuk menunda kembali rencana penandatanganan Master of Restructuring Agreement (MRA) terkait penyelesaian utang PT Trans-Pacific Petrochemical Indotama (TPPI) yang sedianya akan dilaksanakan pada Rabu, 7 September 2011. Mengingat, perusahaan milik Wonggo Hendratmo dan Hasjim Djojohadikusumo itu baru saja digugat pailit ke Pengadilan Niaga Jakarta Pusat, oleh dua perusahaan yang berkedudukan di Belanda, yaitu Argo Capital BV dan Argo Global Holdings BV.

Permintaan itu disampaikan Wakil Ketua Komisi XI DPR-RI, Harry Azhar Azis, dalam diskusi bertajuk ”Ada Apa Dengan Rstrukturisasi Utang TPPI” di Hotel Sultan Jakarta, Selasa, 6 September 2011. Dalam diskusi yang diselenggarakan Energy and Mining Editor Society (E2S) dan National Press Club Indonesia (NPCI) itu, hadir juga sebagai pembicara Wakil Direktur Reforminer Institute, Komaidi dan VP Corporate Communications Pertamina, M Harun.

Menurut Harry, harus jelas dulu sejauh mana putusan Pengadilan Niaga Jakarta Pusat, atas permohonan pailit TPPI yang diajukan oleh dua perusahaan asal Belanda tersebut. Baru kemudian Pertamina dapat mengambil langkah, terkait utang yang nilainya mencapai USD 1 miliar atau Rp 9,92 triliun itu. Sidang pertama pengajuan pailit TPPI sendiri rencananya baru digelar oleh Pengadilan Niaga Jakarta Pusat pada Kamis, 8 September 2011.

Harry Azhar Azis menambahkan, berlarutnya penyelesaian utang TPPI telah menjadi bahasan yang serius di DPR. Komisi XI DPR sendiri berniat memanggil Menteri Keuangan dan Menteri BUMN atau Deputinya, guna mempertanyakan berbelitnya penyelesaian utang TPPI, pada Kamis, 8 September 2011. ”Kami juga ada opsi untuk meminta BPK (Badan Pemeriksa Keuangan) mengaudit aset TPPI dan langkah pemerintah dalam menyelesaikan utang perusahaan itu,” ucap politisi asal Partai Golkar ini.

Seperti diketahui, rencana pendandatangan MRA utang TPPI pada 7 September 2011, adalah penundaan kedua setelah sebelumnya pada 15 Agustus 2011 dan 26 Agustus 2011, batal dilaksanakan karena di antara para pihak tidak dicapai kesepakatan. Harun pun mengakui, penandatanganan MRA yang merupakan bagian dari upaya restrukturisasi utang TPPI pada 7 September 2011, tidak akan ada artinya jika akhirnya Pengadilan Niaga menjatuhkan pailit untuk TPPI. Read More

Pemerintah Pusat Diminta Kembalikan Saham Newmont Untuk Daerah

Posted 28 Apr 2011 — by Mohamad Irfan
Category Corner, Event, Focus

Jakarta – Zainul Majdi dalam paparannya pada acara Round Table Discussion yang diselenggarakan oleh National Press Club of Indonesia mengharapkan, saham divestasi PT Newmont Nusa Tenggara (NNT) bisa diserahkan kepada pemerintah daerah (pemda). Untuk itu, Pemerintah Pusat diharapkan bisa menyikapi proses divestasi saham NNT sebesar tujuh persen yang dituangkan dalam kesepakatan kontrak karya perseroan itu secara lebih bijaksana.

“Saya bicara atas nama seluruh elemen masyarakat NTB. Warga NTB tidak akan rela apabila pemerintah pusat tetap bersikeras untuk membeli saham divestasi NNT. Sebab, kami berharap total keseluruhan saham divestasi NNT sebesar 31 persen sesuai kesepakatan kontrak karya pada tahun 1986 silam, tidak dipisah-pisahkan agar Pemda NTB tetap mendapatkan voting right yang besar demi kemaslahatan masyarakat di daerah,” tegas Zainul, dalam diskusi bertajuk “Menyelamatkan Pertambangan Nasional; Kembalikan Hak Kekayaan Daerah”, di Jakarta, Selasa (26/4). Read More

Aksi WISDOMS untuk Masyarakat Mesir

Posted 31 Jan 2011 — by Mohamad Irfan
Category Corner, Event, Focus

Jakarta, Ratusan orang berkumpul di bundaran Hotel Indonesia pada Senin (31/1) siang hari ini. Mereka yang terdiri dari berbagai kalangan ini menyuarakan keprihatinan mereka untuk kebebasan Hak Asasi Manusia di Mesir. Aksi demonstrasi yang diperkiran mencapai 300 orang ini di latar belakangi oleh kepedulian mereka terhadap situasi yang sedang memanas di Mesir sejak akhir pekan lalu.

Untuk diketahui, Warga mesir melakukan aksi unjuk rasa besar untuk menuntut turunnya rezim otokratik yang telah berkuasa selama 30 tahun terakhir, Presiden Hosni Mubarak. Diperparah lagi dengan tingginya angka pengangguran dan kemiskinan. Setelah hampir satu minggu berjalan, unjuk rasa rakyat Mesir ini sendiri telah memakan lebih dari 100 korban jiwa. Dengan berbagai cara, pemerintah Mesir berupaya untuk membungkam kaum oposisi yang menentang kekuasaannya. Salah satu diantaranya adalah dengan ditangkapnya 6 wartawan Al Jazeera di kairo dan peralatan mereka disita, tidak cukup sampai disitu, mereka juga ditahan tanpa alasan yang jelas meskipun mereka membawa dokumen-dokumen pers yang dikeluarkan oleh otoritas Mesir. Pemerintahan dibawah kekuasaan Hosni Mubarak juga telah memblokir jejaring sosial Facebook, Twitter, bahkan akses internet dan SMS. Pemblokiran akses informasi ini berimbas pada berbagai bentuk kekerasan yang mengarah pada pelanggaran HAM yang bukan hanya terhadap warga sipil tetapi juga kepada pers. Read More

Burma Partnership Launches Interactive Election Violations Map

Posted 08 Nov 2010 — by npci
Category Event, Focus

7 November 2010

Dear Friends and Supporters,

Today, Burma’s military generals are holding the country’s first elections in 20 years. Unfortunately, instead of allowing for the development of genuine democratic progress, the regime has dominated, restricted and manipulated the entire election process.

In the lead up to the elections, Burma Partnership has developed Burma Election Tracker, a comprehensive election map that sources information from exile media, inside networks, personal interviews and citizen reports. Incident reports on Burma Election Tracker lend evidence to criticisms of the election process; the hundreds of incident reports collected even before the day of elections highlight the systematic and widespread scale of election violations to date. The unfree and unfair election process has already ensured that the elections will not reflect the will of the people of Burma.

Today, on the day of elections, we invite you to monitor the elections through the Burma Election Tracker website here. Information will be constantly updated on the site, with new stories, data, and images pouring in by the hour. We will continue to monitor developments as they occur over the next few weeks.

In Solidarity,

Burma Partnership Secretariat
Burma Partnership is a network of organizations throughout the Asia-Pacific region supporting the collective efforts of all peoples working towards democracy, peace, and human rights in Burma. Read More

Latest from the Blog

Security Tightened in Rangoon on Eve of Sunday Election
By Burma Partnership

Kalay Declaration: Ethnic and Democratic Leaders Inside Burma Working for a Unified National Reconciliation Conference
By Burma Partnership

Contact Us | Privacy Policy
Visit us at the following social networking sites.
© 2010 Burma Partnership